Tetap dalam Cinta

Tulisan ini didedikasikan untuk diri sendiri, yang sedang meluangkan waktu berpikir keras mengenai cara bersyukur, bertahan, dan memperdalam kepercayaan bahwa Allah tak mungkin melepaskan hambaNya.

Beberapa tahun lalu, saya mengalami sebuah titik balik yang indah. Hadiah dari Allah berupa surat cinta hidayahNya. Ada doa yang saya panjatkan karena keinginan untuk mengenalNya. Sebuah gerakan hati atas dasar kelemahan manusia pada umumnya, yang hanya mendamba kasih Sang Pencipta. Doa itu dikabulkan, mata hati saya terbuka melalui penyaksian bukti kekuasaanNya, kebenaranNya. Ini bukan sebuah keberuntungan anak dadu, saya percaya ini pemakbulan doa dan rasa cinta Allah kepada hambaNya yang mencari hidayahNya.

Hidayah itu saya perkuat dengan terus mengenalNya, mempelajari agama yang diridhaiNya. Namun, manusia adalah makhluk yang lemah. Semakin dekat dengan akhir masa, godaan semakin tinggi dengan berjuta fitnah. Tidak di media sosial, media bacaan, lingkungan, kegiatan, dll. Menjadi sosok yang agamis adalah hal yang menakutkan saat ini, lingkup cobaan sangat bervariasi. Semakin besar “rasa” dekat kepada Allah, semakin besar pula gaya cobaan.

Imannya seorang salikin itu mempunyai tingkatan. Dalam tiap-tiapnya, memiliki cobaan berbeda. Tingkat keimanan tertinggi itu adalah saat hanya Allah menjadi tujuan (bukan surga dan kenikmatan kompensasi dari perlakuan baik). Segala sesuatu kembali kepada Allah. Aku ada karena Allah, dan ketiadaanku juga karena ke-adaan Allah. Hati dan pikiran manusia mampu menemukan tanda-tanda bahwa Allah SWT itu nyata, dan Allah telah menjamin itu melalui perulangan ayat-ayat yang menyinggung manusia-manusia yang berpikir.

Langkah untuk mengenali Allah adalah dengan menghilangkan sangkaan buruk kepadaNya. Pola kejadian dalam hidup ini memang banyak yang sulit untuk dijelaskan akal kita. Tapi, sangkaan baik terhadap Allah akan membantu salikin untuk mendapatkan cahaya dariNya. Cobalah untuk selalu menempatkan segala kejadian karena takdir yang telah Allah tentukan. Bukan maksud untuk berhenti berusaha, tapi lebih kepada sesuatu yang tak terelakkan. Tidak mungkin Allah mendzalimi hambaNya.

Meski tak terlihat, syaitan adalah musuh nyata. Hindari waswasa yang diberikan oleh syaitan dengan banyak berzikir. Hati yang bersih akan mencermikan akhlak yang baik. Karena hati bagai cermin, maka dosa baikan noda yang menutup cermin. Semakin banyak noda yang menutupi, semakin kusam cermin untuk merefleksikan akhlak seorang salikin. Akhlaknya orang beriman yang berdosa adalah mengikutinya dengan perbuatan yang sholeh.

Allah akan memudahkan jalan ke surga bagi seorang muslim yang menuntut ilmu agama. Mempelajari ilmu agama hukumnya wajib bagi setiap muslim. Ilmu tauhid itu tidak sempurna tanpa adanya seorang guru, maka menghadiri majelis ilmu adalah cara untuk mengenal ilmu tauhid. Memang ada banyak tulisan yang bertebaran di internet saat ini, dengan mudahnya bisa diakses siapapun. Namun, tidak ada yang benar-benar bisa bertanggung jawab sepenuhnya atas tulisan tersebut. Selain itu, penjelasan singkat tanpa nasab dan sebab yang jelas dari ayat dan hadis tertentu akan membuat ambigu bagi yang membacanya.

Dengarkanlah, Allah itu Maha Baik dan Lembut. Tentunya Dia tidak akan membiarkan hambanya tersesat ketika mencariNya. Cinta Allah terhadap hambaNya melebihi cinta ibu kepada anaknya. Masihkah kita mencurigaiNya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s