Menjemput Hidayah

Kehidupan manusia tidak jauh dari pencarian tujuan hidup itu sendiri. Saat diliputi rasa kekosongan hati yang mendalam, tiap-tiap dari kita mencari sesuatu yang dapat mengisi kehampaan tersebut. Mencari kenikmatan dunia adalah jalan keluar yang menjanjikan bagi segenap orang, namun ada banyak yang mengeluh bahwa hampanya hati tersebut tidak bisa diisi dengan material dunia.

Baik dari buku, artikel, video, dan kajian yang saya temukan. Ada beragam tipe manusia yang diberikan hidayah untuk hijrah ke jalanNya. Diantaranya mengeluhkan bahwa saat hijrah, cobaan semakin berat. Namun dengan hakikat yang mantap dan pertolongan dari Allah ﷻ, cobaan berat pun mampu dijalankan hamba-hamba yang memilih berhijrah ini.

Dalam kajian bersama Ustad Ibnu Bakri yang membahas mengenai surat Al-Fatihah, saya tertarik merangkum kajian ayat keenam pada surat tersebut,

 

“Tunjukilah[*] kami jalan yang lurus.” (Surah Al-Fatihah: 6)

[*] Ihdinaa (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi pentunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud disini adalah taufik, bukan hanya hidayah.

Hidayah ada banyak jenisnya. Ada yang diberikan hidayah ilmu agama tapi tidak dalam berakhlak. Begitu pula sebaliknya. Adapula yang mendapatkan hidayah kebaikan hati, tapi kurang terhadap pemahaman agamanya. Oleh karena itu, bukanlah tanpa alasan Al-Fatihah menjadi surat yang terus dibaca di dalam shalat berulang kali. Agar kita diberikan hidayah terus-menerus. Maka, jangan heran pula jika kita sering melihat beberapa penyimpangan pada manusia, karena bisa jadi hidayah yang didapatkan belum sempurna. 

Hati menjadi pusat penting dalam memperoleh hidayah. Pemurnian hati adalah cara untuk mendapatkannya. Penyakit hati yang harus dihilangkan yaitu:

1. Sombong

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain, begitu sabda Rasulullah ﷺ. Orang yang sombong akan menolak terlebih dahulu apa yang orang lain sampaikan tanpa mempedulikan apa yang disampaikannya. Orang dewasa yang menolak nasehat dari seseorang yang lebih muda darinya juga termasuk dalam kategori ini.

2. Dengki/Iri

Susah melihat orang lain berkemudahan dan senang melihatnya dalam kesulitan.

3. Lebih mengutamakan nafsu dan syahwat

Hidup tak pernah lepas dari keinginan nafsu syahwat. Memperoleh satu hal yang mampu menutupi kebutuhan belum dirasa cukup kalau diluar sana masih banyak jenis barang yang serupa dengan fungsi yang sama. Namun, itulah kehidupan. Nafsu dan syahwat adalah ujian bagi setiap Muslim.

4. Cinta harta dan kedudukan

Poin ini sudah jelas terlihat. Kegiatan menumpuk harta dan haus akan kedudukan merupakan salah satu penghalang mendapatkan hidayah dari Allah ﷻ. Tapi, lain halnya saat orang mengejar akhirat, maka dunia akan mengikutinya. Beberapa contoh orang-orang sukses dunianya karena kedekatannya dengan Allah ﷻ dapat Anda temukan disekitar. Paling mudah, dari kalangan selebriti yang berhijrah.

5. Lebih mendahulukan pertemanan

“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapa teman dekatnya.” (HR. Ahmad). Dalam surah Al-Furqan ayat 27-29, Allah ﷻ menerangkan tentang penyesalan orang-orang yang keliru dalam memilih teman. Karena teman yang menjerumuskan ke arah yang tidak baik, tidak akan memberi syafaat di hari akhirat. Dan sungguh, syaitan tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia. 

Mengenal Allah adalah kunci pertama yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hidayahNya. Jika kita merangkak menujuNya, maka Dia berjalan menuju kita. Dan jika kita berjalan menghampiriNya, maka Dia berlari menghampiri kita. Agama yang terwariskan menjadi identitas semata hanya akan membingungkan kita saja. Jangan wariskan agama (taqlid), melainkan mempelajarinya. Jangan pula menolak agama, sebelum membuka pemahaman tentangnya. 

Allah ﷻ lebih mengetahui mana yang sebenarnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s