Mereduksi Angka Pertumbuhan Perokok Aktif

Tanpa melihat data pun kita tau pasti bahwa perokok di Indonesia sudah bertambah berkali-kali lipat. Dan yang lebih memprihatinkan adalah bahwa umur perokok semakin dini. Larangan merokok di tempat umum semakin banyak, namun industri rokok tidak semata-mata berkurang penjualannya. Masih ragam berkeliaran iklan rokok di media dengan sasaran anak muda Indonesia; menampilkan iklan tentang kreativitas dan kegiatan yang lazim dilakukan manusia berjiwa muda. Seolah-olah untuk tampil eksis, keren, dan berprestasi itu haruslah merokok. Sedihnya, karena pendidikan masyarakat yang masih sangat rendah, pun terlena dan menganggap benar hal tersebut.

Tercatat data dari Kementrian Kesehatan bahwa perokok usia 16 hingga 19 tahun meningkat tiga kali lipat di tahun 2014; dalam kurun waktu 9 tahun. Lebih menyedihkan lagi, perokok remaja rentang usia pelajar SMP bertambah 100% sejak 1995 hingga 2014!

Selain ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia, kita pun dihadapkan bahwa perilaku merokok ini juga menjadi kesenangan bagi penduduk dengan perekonomian rendah. Sadar atau tidak, setiap kegiatan pun ada uang rokok-nya yang perlu dikeluarkan. Dan itu tidak bisa dimasukkan ke dalam uang makan atau operasional lainnya. Hukumnya wajib diberikan kepada pekerja.

Pertumbuhan angka perokok semakin menghawatirkan. Selain membahayakan diri sendiri, orang sekitar pun mendapatkan dampak yang sangat buruk dari perilaku perokok. Masyarakat telah dibuat terlena bahwa merokok adalah hal lazim. Bahkan di pelosok negeri pun, pemuka agama yang kehadirannya sebagai panutan; juga merokok saat ada pertemuan penting keagamaan! Kelaziman terhadap asap dan bahaya rokok perlu dipertegaskan dengan kebijakan yang lebih ketat dan tegas.

 

Hindari satu keburukan untuk keselamatan yang berkelanjutan

Alihfungsikan Industri Rokok

Penambahan devisa tidak seberapa pentingnya dibandingkan kesehatan masyarakat. Berinvestasi ke kesehatan masyarakat lebih bisa memberikan dampak berkelanjutan yang berkualitas. Aset negara bertambah namun kualitas manusia yang berkurang akan lebih menghancurkan negeri ini. Penggunaan tembakau bisa dialihfungsikan ke dalam bentuk lain yang lebih kecil efek buruknya. Kekayaan industri rokok sudah sangat berlebih dan tidak sebanding dengan keburukan yang diciptakannya.

Persempit Ruang Gerak Perokok

Mulai dari instansi pemerintah hingga tempat umum seperti terminal dan bandara sudah ada ruang untuk merokok. Tapi bagaimana dengan halte, trotoar, angkutan umum berbasis swasta, lingkungan perumahan, pos satpam, dll? Ini bukan lagi menyadarkan perokok untuk insaf dan memberikan ruang untuk mereka, tapi kita perlu lebih; mengintervensinya, mempersempit ruang gerak. Bagi perokok pasif, banyak sekali yang merasa sangat terganggu dengan asap rokok. Berapa banyak dari perokok yang rela mematikan asap rokoknya saat melihat ada orang yang terganggu karena ulahnya? Sedikit sekali. Bukan hanya itu yang menjadi masalah besar, sampah yang paling banyak ditemui bertebaran di jalanan adalah puntung rokok. Ada banyak data pendukung yang menunjukkan keburukan dari puntung rokok.

Dengan menerapkan konsekuensi dan kebijakan yang nyata dan mempersempit ruang gerak maka akan lebih efektif untuk mengurangi angka pertumbuhan perokok.

Observasi Perokok Aktif

Di kota besar pasti mudah mendapati pengamen, pedagang asongan, pengemis, dan pedagang item homogen. Kecenderungan yang paling terlihat adalah beberapa dari orang-orang tersebut bukan hanya mencari nafkah untuk penghidupan, tetapi juga agar bisa merokok. Karena definisi merokok yang semakin lazim di masyarakat, barang ini sudah masuk ke dalam kategori kebutuhan primer sehingga agak sulit (bukan tidak mungkin) dihilangkan. Langkah yang bisa dilakukan adalah berhenti berbelanja kepada perokok. Tapi sebelum itu, perlu adanya observasi dan menghidupkan sense of awareness pada lokasi yang sering dilalui agar tepat sasaran. Cara ini memang terlalu ekstrim, tapi tidak bisa dipungkiri bahwa memang ada beberapa orang yang bekerja demi bisa merokok. Bukannya tidak mendukung rakyat kecil, tapi perlu dipahami bahwa bersifat tegas dan disiplin itu perlu untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Tunjukkan Sikap Terganggu

Menjadi pribadi yang empati adalah ciri orang baik. Tunjukkan ketidaksukaan pada asap rokok agar perokok mampu mengasah empati kepada yang bukan perokok. Kita hidup mempunyai hak yang sama dalam mendapatkan udara yang segar, saat hak direbut maka harus ada sikap untuk mempertahankan hak tersebut. Toleransi itu bukan kepada perokok, tetapi kepada yang tidak merokok.

 

Advertisements

Refleksi Umur Dua-puluhan

tumblr_n86ll2CfEG1r4khpbo1_r1_500.gif

Sudah tak terhitung berapa kali aku bolak-balik toko buku dan portal-portal yang menyajikan jawaban tentang kekhawatiran akan kehidupan (life). Terlepas (baca: lulus) dari kewajiban menuntut ilmu hingga strata 1, jiwaku dipenuhi kegundahan dalam setiap waktu, dengan klimaksnya pada pembaringan di kasur yang mengurangi waktu istirahat dua hingga empat jam setiap malamnya. Setiap malam, pikiran bertumbuh dengan pertanyaan-pertanyaan yang terdengar mustahil untuk dijawab.

Hingga umur menyentuh dua puluh lima tahun, baru kali ini bisa menyimpulkan (bisa bersifat sementara) bahwa hidup adalah sebuah pengembaraan. Kupikir awalnya pencarian jati diri itu sudah selesai hingga umur delapan belas tahun. Ternyata aku salah. Problematika di umur dua-puluhan lebih kompleks dari yang diduga. Ditambah dengan segelintir tanggung jawab untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat. Karena inilah aku mulai mereduksi hal-hal yang bersifat egoisme pribadi dengan lebih banyak memberikan perhatian kepada keutuhan hidup bermasyarakat–menciptakan harmonisme dan hidup yang lebih dinamis dengan sekitar.

Segelintir orang dengan kepribadian mirip seperti diriku mungkin paham maksud dari tulisan ini. Adakalanya aku merasa tidak mempunyai upaya dan profesionalitas yang cukup baik untuk berkontribusi. Rasanya, orang-orang membelakangiku pada setiap hal yang kulakukan. Kegagalan terus mengikuti pada setiap pekerjaan. Pada akhirnya jatuh dan kebingungan dengan pertanyaan berulang, “Apa yang bisa kulakukan? Aku harus apa? Apa sebenarnya yang aku mau?” dll.

Mulailah aku mencoba beberapa hal. Dimulai dari mengingat kebiasaan masa kecil yang aku senangi dan mengulang kembali kegiatan tersebut di umur dua-puluhan ini. Kutelusuri lebih lanjut mengapa hal itu menyenangkan untuk dilakukan. Dewasa ini, tentunya lingkungan mengharapkan lebih dari hasil yang diberikan seorang anak kecil, maka kegiatan-kegiatan tersebut aku ubah dalam standar profesionalitas orang dewasa agar aku bisa ‘menikmati’ masa-masa kelabu pencarian tujuan hidup-umur dua puluhan. Beberapa diantaranya cukup untuk mengebulkan asap di dapur, lainnya hanya sebatas hobi semata.

Menjadi dewasa itu rumit dengan segelintir tanggung jawab dan pemenuhan kebutuhan biologis, psikologis, dan tuntutan masyarakat. Hidup tanpa pegangan akan mengarahkan kepada keputusasaan. Langkah awal yang cukup membantu bagiku adalah mencari kenyamanan dalam beberapa aktivitas, lalu kulanjutkan dengan melakukan pengembangan padanya. Semakin baik kita dalam melakukan kegiatan tertentu, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan diri. Ini bukan hasil riset melainkan pengalaman semata.

Seorang temanku berkata, bahwa ini adalah sebuah fase yang harus dilewati. Lamanya fase ini pada seseorang tergantung dari sikapnya. Penting untuk mengetahui mana yang sebaiknya dilakukan dan ditinggalkan. Tidak semua orang lahir dengan bekal pendidikan tentang kehidupan yang cukup. Ini mengenai kita yang menjalaninya, jangan salahkan lingkungan. Berpindahlah dari satu tempat ke lainnya jika diperlukan. Hingga saat ini pun, aku masih melakukan ‘percobaan-pecobaan’ yang aku pun tidak tau mengarah kemana. Aku hanya ingin coba, dan berdoa semoga Allah mengarahkanku ke kebaikan.

 

 

My Way of Finding; Books are Fun (1)

tumblr_o97mthzryy1tgq4svo1_540

As a sentient kid whose curiousity was hard to handle, everything I learnt in the past was mostly from experiences of doing and less from readings. Books were abomination since it only reminded of school. My hometown where I had been grown up for the past 18 years does not provide good bookstores where we can possibly pass aisle sightseeing which books are impeccably good to take home, except one and it’s limited. We went to bookstores–where it actually seemed more likely depository–only to find school books or any books teachers asked us to have. Other than that, we never did!

I started reading books at the age of 14 when puberty drove into romantic stories, melodrama, and quaint life problematic. There were several local authors I fell in love with whom wrote good stories such Helvy Tiana Rosa, Asma Nadia, and Kang Abik. I remembered those of days when their books were not hard to find in the hand of a bunch of school girls. The ugly truth was, books and novels were girlish at those days. Boys used to do physical activities rather than mental, and everybody agreed. Twas odd for me.

Since internet was not popular yet at that time, books suggestions I got were from friends, fliers, and magazines. Books were passed hand to hand, we borrowed from a friend and lended it to another friend. Sometimes, we did not know who owned the books we read! It just changed over within the school. Amazingly, once you lend a book to a friend, never expect it to come back! It rolls over and I never mind. I hope people gain benefit from my books they read. I tended to read every books and finished it, whether I like it or not I was always done with it. We had to finish it in hurry because somebody was already in the waiting list. It was such a happy moment of my life when being critical was no need and I see books as an excitement where regular activities started to bore me.

The jubilance of books was not over yet. I went to boarding school at the age of 16 and met several mates who happened to like books too. Unfortunately, we had only very few mates in one batch. However, the good part was we had reading camp every end of the semester. A–two weeks escaping town and reading books! It is only our school who does and still happening. Since then, I build my habit of reading more books and target two till four books in a month. I started to gain benefit and learn more than any friends of the same age. My critical thinking began when I entered university, where everything should be put into critics. We read, gathered more readings, find evidence and supported arguments, antithesis, sythensis, and steps–I don’t even know the names.

Right now, I have goodreads account to track down what books I read and how I rated them. It helps me in finding right soulmates.. No, JK. It helps archive and to see how far I have gone and what affects me. In terms of growing up, books will give you something in return–of your wasting time reading them. Try to see the world now and find a topic that interests you. Read about it from books, journals, researches. By the time you finish and sum up your readings, you will begin to see the world differently. It is the same thing like you travel and live with indigenous. We started to see ‘a thing’ after walking on their shoes. And books, also offer you this! Even cheaper than travelling.

I had opportunity to travel yet and I am hooked! Since travelling needs more money than books, I spend more on books nowdays. I have started to collect anything about places I wanted to visit besides my other topics. One day when I visited those, I (hope) am all prepared. I don’t know where this writing leads me.. All I wanted to say is books will give you a lot more in period short of a time. It consumes less time than taking class, experiencing world without being ‘there’, expanding your vision, build up your character, give you more vocabularies, smart words and how to use them. What else? enlighting minds, that’s the point. To love books is hard at first if you don’t like reading. I went from an enviroment of where books are a weird stuff to have but now l can’t live without books. It’s fun and I like it.

Ringkas Persiapan Keberangkatan Anda dengan Tip Berikut Ini!

Tahap persiapan keberangkat menjadi sangat melelahkan bagi yang belum pernah meninggalkan rumah dalam waktu lama. Pikiran dan tenaga akan sangat terkuras, terlebih saat membuat daftar prioritas. Berikut beberapa tip yang bisa dilakukan menjelang keberangkatan.

1. Salin Dokumen Penting

Jika Anda melakukan perjalanan untuk melanjutkan sekolah, pastikan semua berkas cetak terlampir secara rapi. Untuk menjaga-jaga ada berkas yang tercecer, sempatkan untuk menyalinnya dalam bentuk softcopy dan simpan di dalam flashdisk, hardrive, atau internet drive (iCloud, Google Drive, Dropbox, dll). Dengannya, Anda tetap bisa dengan mudah mengakses jika kehilangan salah satu dari berkas penting tersebut. Bagi keberangkatan luar negeri, salinan paspor, visa, dan izin tinggal juga jangan terlupakan karena itu adalah tanda pengenal Anda saat di luar negeri nanti.

2. Bawa Barang Secukupnya Saja.

Terdapat banyak perlengkapan yang sebenarnya bisa didapatkan disana. Cukup bawa perlengkapan mendesak yang sesuai dengan musim saat Anda tiba (jika tujuannya adalah luar negeri). Bagi yang di dalam negeri, bawalah barang yang benar-benar penting saja. Seleksi pakaian yang benar-benar Anda butuhkan. Membawa banyak jenis sepatu ke daerah yang bermusim sama sepanjang tahun terlalu mubazir. Ada baiknya hal tersebut dihindari dengan membuat daftar prioritas barang. Membuat daftar barang penting yang perlu dibawa akan membantu mengurangi tas dan beban bagasi yang Anda bawa.

3. Seleksi Jenis Makanan.

Meskipun dikemas dalam bagasi, tidak semua jenis makanan (buah, tumbuhan, dll) bisa di bawa ke luar negeri. Beberapa negara menerapkan pelarangan terhadap jenis tertentu. Ada baiknya memeriksa ketentuan jenis makanan (atau barang) yang boleh dibawa keluar dari Indonesia dan diperbolehkan masuk di negara tujuan. Obat-obatan juga termasuk dalam kategori yang hanya boleh dibawa dalam jumlah tertentu saja.

4. Kemas Barang Tidak Lebih Dari 20 kg/tas

Maskapai internasional sudah banyak yang memberi bagasi 30 kg bagi penumpang ekonomi. Tapi, bukan semata-mata hanya satu koper dengan berat 30 kg. Sebaiknya membawa tas dengan beban 20 kg dan 10 kg atau masing-masing 15 kg. Dikhawatirkan, karena terlalu beratnya tas yang Anda bawa akan menyusahkan petugas bagian bagasi dan tas Anda pun mudah rusak karena sulit untuk dipindahkan (baca ketentuan bagasi maskapai yang Anda gunakan).

5. Sediakan Uang Kecil

Saat transit dan kelaparan, jajan menggunakan pecahan uang 100 USD sangat tidak disarankan. Kebanyakan kasir menolak uang tersebut jika barang yang Anda beli hanya sebatang coklat berharga dibawah 10 USD. Ada baiknya menyediakan uang pecahan kecil baik untuk keberangkatan dalam maupun luar negeri.

6. Simpan Uang Tunai pada Beberapa Tempat Berbeda.

Jangan sekali-kali menyimpang uang tunai dalam jumlah cukup besar di satu tempat. Selisihkan beberapanya untuk dimasukkan ke kantong celana, jaket, baju, tas tenteng, dan carry-on luggage. Pastikan juga tersimpan dengan baik agar tidak tercecer saat berpindah-pindah.

7. Sediakan Botol Minum Kosong

Mengambil penerbangan langsung biasanya memakan banyak biaya. Tip ketujuh ini bisa diterapkan bagi yang mengambil perjalanan dengan transfer flight. Pada beberapa bandara intenasional, tersedia tempat minum melalui keran. Nah, Anda bisa mengisi airnya disini dan siap berkelana keliling bandara untuk melihat-lihat.

8. Inflatable Pillow

Tip kedelapan ini pilihan bagi yang melakukan long-haul flight. Tidur tanpa bantuan bantal leher membuat perjalanan lebih melelahkan. Jika barang bawaan kabin Anda tidak banyak, ada baiknya menyediakan bantalan leher. Jika bisa mendapatkan jenis inflatable akan lebih baik, karena akan menghemat ruang pada tas Anda.

8. Lupakan Sejenak

Jangan memaksakan diri untuk mengemas barang seharian penuh. Usahakan untuk menyelesaikan pengemasan barang-barang yang akan dibawa sehari atau dua hari sebelum keberangkatan. Jadi Anda masih punya banyak waktu untuk memeriksanya kembali.

Tip Penting!

Pastikan jumlah barang bawaan Anda dalam hitungan. Jangan meninggalkan tempat pengambilan bagasi sebelum memastikan seluruh barang bawaan Anda sudah ada di tangan.

Semoga berhasil!

Tetap dalam Cinta

Tulisan ini didedikasikan untuk diri sendiri, yang sedang meluangkan waktu berpikir keras mengenai cara bersyukur, bertahan, dan memperdalam kepercayaan bahwa Allah tak mungkin melepaskan hambaNya.

Beberapa tahun lalu, saya mengalami sebuah titik balik yang indah. Hadiah dari Allah berupa surat cinta hidayahNya. Ada doa yang saya panjatkan karena keinginan untuk mengenalNya. Sebuah gerakan hati atas dasar kelemahan manusia pada umumnya, yang hanya mendamba kasih Sang Pencipta. Doa itu dikabulkan, mata hati saya terbuka melalui penyaksian bukti kekuasaanNya, kebenaranNya. Ini bukan sebuah keberuntungan anak dadu, saya percaya ini pemakbulan doa dan rasa cinta Allah kepada hambaNya yang mencari hidayahNya.

Hidayah itu saya perkuat dengan terus mengenalNya, mempelajari agama yang diridhaiNya. Namun, manusia adalah makhluk yang lemah. Semakin dekat dengan akhir masa, godaan semakin tinggi dengan berjuta fitnah. Tidak di media sosial, media bacaan, lingkungan, kegiatan, dll. Menjadi sosok yang agamis adalah hal yang menakutkan saat ini, lingkup cobaan sangat bervariasi. Semakin besar “rasa” dekat kepada Allah, semakin besar pula gaya cobaan.

Imannya seorang salikin itu mempunyai tingkatan. Dalam tiap-tiapnya, memiliki cobaan berbeda. Tingkat keimanan tertinggi itu adalah saat hanya Allah menjadi tujuan (bukan surga dan kenikmatan kompensasi dari perlakuan baik). Segala sesuatu kembali kepada Allah. Aku ada karena Allah, dan ketiadaanku juga karena ke-adaan Allah. Hati dan pikiran manusia mampu menemukan tanda-tanda bahwa Allah SWT itu nyata, dan Allah telah menjamin itu melalui perulangan ayat-ayat yang menyinggung manusia-manusia yang berpikir.

Langkah untuk mengenali Allah adalah dengan menghilangkan sangkaan buruk kepadaNya. Pola kejadian dalam hidup ini memang banyak yang sulit untuk dijelaskan akal kita. Tapi, sangkaan baik terhadap Allah akan membantu salikin untuk mendapatkan cahaya dariNya. Cobalah untuk selalu menempatkan segala kejadian karena takdir yang telah Allah tentukan. Bukan maksud untuk berhenti berusaha, tapi lebih kepada sesuatu yang tak terelakkan. Tidak mungkin Allah mendzalimi hambaNya.

Meski tak terlihat, syaitan adalah musuh nyata. Hindari waswasa yang diberikan oleh syaitan dengan banyak berzikir. Hati yang bersih akan mencermikan akhlak yang baik. Karena hati bagai cermin, maka dosa baikan noda yang menutup cermin. Semakin banyak noda yang menutupi, semakin kusam cermin untuk merefleksikan akhlak seorang salikin. Akhlaknya orang beriman yang berdosa adalah mengikutinya dengan perbuatan yang sholeh.

Allah akan memudahkan jalan ke surga bagi seorang muslim yang menuntut ilmu agama. Mempelajari ilmu agama hukumnya wajib bagi setiap muslim. Ilmu tauhid itu tidak sempurna tanpa adanya seorang guru, maka menghadiri majelis ilmu adalah cara untuk mengenal ilmu tauhid. Memang ada banyak tulisan yang bertebaran di internet saat ini, dengan mudahnya bisa diakses siapapun. Namun, tidak ada yang benar-benar bisa bertanggung jawab sepenuhnya atas tulisan tersebut. Selain itu, penjelasan singkat tanpa nasab dan sebab yang jelas dari ayat dan hadis tertentu akan membuat ambigu bagi yang membacanya.

Dengarkanlah, Allah itu Maha Baik dan Lembut. Tentunya Dia tidak akan membiarkan hambanya tersesat ketika mencariNya. Cinta Allah terhadap hambaNya melebihi cinta ibu kepada anaknya. Masihkah kita mencurigaiNya?

Menjemput Hidayah

Kehidupan manusia tidak jauh dari pencarian tujuan hidup itu sendiri. Saat diliputi rasa kekosongan hati yang mendalam, tiap-tiap dari kita mencari sesuatu yang dapat mengisi kehampaan tersebut. Mencari kenikmatan dunia adalah jalan keluar yang menjanjikan bagi segenap orang, namun ada banyak yang mengeluh bahwa hampanya hati tersebut tidak bisa diisi dengan material dunia.

Baik dari buku, artikel, video, dan kajian yang saya temukan. Ada beragam tipe manusia yang diberikan hidayah untuk hijrah ke jalanNya. Diantaranya mengeluhkan bahwa saat hijrah, cobaan semakin berat. Namun dengan hakikat yang mantap dan pertolongan dari Allah ﷻ, cobaan berat pun mampu dijalankan hamba-hamba yang memilih berhijrah ini.

Dalam kajian bersama Ustad Ibnu Bakri yang membahas mengenai surat Al-Fatihah, saya tertarik merangkum kajian ayat keenam pada surat tersebut,

 

“Tunjukilah[*] kami jalan yang lurus.” (Surah Al-Fatihah: 6)

[*] Ihdinaa (tunjukilah kami), dari kata hidayaat: memberi pentunjuk ke suatu jalan yang benar. Yang dimaksud disini adalah taufik, bukan hanya hidayah.

Hidayah ada banyak jenisnya. Ada yang diberikan hidayah ilmu agama tapi tidak dalam berakhlak. Begitu pula sebaliknya. Adapula yang mendapatkan hidayah kebaikan hati, tapi kurang terhadap pemahaman agamanya. Oleh karena itu, bukanlah tanpa alasan Al-Fatihah menjadi surat yang terus dibaca di dalam shalat berulang kali. Agar kita diberikan hidayah terus-menerus. Maka, jangan heran pula jika kita sering melihat beberapa penyimpangan pada manusia, karena bisa jadi hidayah yang didapatkan belum sempurna. 

Hati menjadi pusat penting dalam memperoleh hidayah. Pemurnian hati adalah cara untuk mendapatkannya. Penyakit hati yang harus dihilangkan yaitu:

1. Sombong

Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain, begitu sabda Rasulullah ﷺ. Orang yang sombong akan menolak terlebih dahulu apa yang orang lain sampaikan tanpa mempedulikan apa yang disampaikannya. Orang dewasa yang menolak nasehat dari seseorang yang lebih muda darinya juga termasuk dalam kategori ini.

2. Dengki/Iri

Susah melihat orang lain berkemudahan dan senang melihatnya dalam kesulitan.

3. Lebih mengutamakan nafsu dan syahwat

Hidup tak pernah lepas dari keinginan nafsu syahwat. Memperoleh satu hal yang mampu menutupi kebutuhan belum dirasa cukup kalau diluar sana masih banyak jenis barang yang serupa dengan fungsi yang sama. Namun, itulah kehidupan. Nafsu dan syahwat adalah ujian bagi setiap Muslim.

4. Cinta harta dan kedudukan

Poin ini sudah jelas terlihat. Kegiatan menumpuk harta dan haus akan kedudukan merupakan salah satu penghalang mendapatkan hidayah dari Allah ﷻ. Tapi, lain halnya saat orang mengejar akhirat, maka dunia akan mengikutinya. Beberapa contoh orang-orang sukses dunianya karena kedekatannya dengan Allah ﷻ dapat Anda temukan disekitar. Paling mudah, dari kalangan selebriti yang berhijrah.

5. Lebih mendahulukan pertemanan

“Seseorang itu tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapa teman dekatnya.” (HR. Ahmad). Dalam surah Al-Furqan ayat 27-29, Allah ﷻ menerangkan tentang penyesalan orang-orang yang keliru dalam memilih teman. Karena teman yang menjerumuskan ke arah yang tidak baik, tidak akan memberi syafaat di hari akhirat. Dan sungguh, syaitan tidak mau memberikan pertolongan kepada manusia. 

Mengenal Allah adalah kunci pertama yang bisa dilakukan untuk mendapatkan hidayahNya. Jika kita merangkak menujuNya, maka Dia berjalan menuju kita. Dan jika kita berjalan menghampiriNya, maka Dia berlari menghampiri kita. Agama yang terwariskan menjadi identitas semata hanya akan membingungkan kita saja. Jangan wariskan agama (taqlid), melainkan mempelajarinya. Jangan pula menolak agama, sebelum membuka pemahaman tentangnya. 

Allah ﷻ lebih mengetahui mana yang sebenarnya.

Tanabata

Terkenal dengan destinasi wisata kopi, penikmat kopi dan penggemar tempat nongkrong terbaru di Banda Aceh perlu berbahagia dengan hadirnya coffee shop in speciality, Tanabata. Nama Tanabata diangkat dari sebuah festival Jepang dengan harapan bahwa coffee shop ini dapat menjadi tempat bertemunya orang-orang, yang merupakan tujuan dari festival itu sendiri.

Tanabata, kedai kopi yang mengusung konsep industrial style ke dalam interiornya.

Dengan latar belakang pendiri yang merupakan penikmat kopi, Tanabata menawarkan rasa kopi dengan cita rasa yang berkarakter. Variasi biji kopi Arabika yang digunakan tidak hanya berasal dari Gayo, namun beragam dari penjuru daerah Indonesia. Kualitas kopinya yang terjaga, menjadikan rasa kopi yang dihasilkan Tanabata mempunyai signature yang berbeda dari tempat ngopi lainnya.

Tidak hanya kualitas minumannya yang memukau, Tanabata mengadirkan pesona industrial style pada interiornya. Coffee shop ini terdiri dari dua ruang utama, non-smoking dan smoking. Selain mengutamakan kenyamanan bagi Anda, pemisahan ini juga dilakukan untuk menjaga kualitas biji kopi agar tidak terkontaminasi oleh asap rokok. Indoor area dapat menampung sekitar 32 orang dan mempunyai meja bar bagi pengunjung yang datang sendirian, juga meja-meja bagi yang datang berkelompok.

IMG_6002

Bata ekspos, meja kayu, dan besi sebagai media penunjang konsep interiorPendekatan yang dilakukan pada Tanabata berupa interaksi sosial antar pengunjung dan pekerja, yang ditandai dengan adanya meja bar yang berhadapan langsung dengan para barista! Tempat ini sangat cocok bagi Anda yang ingin mencari teman-teman baru. Jangan khawatir jika Anda tidak ingin diganggu, terdapat beberapa spot yang bisa Anda isi untuk mengerjakan kesibukan yang Anda minati. Tanabata mampu menyesuaikan kedua tempat tersebut bagi pengunjungnya. Selain itu, tujuan lain dari Tanabata adalah sebagai tempat mengedukasi anak- anak muda Aceh tentang kopi, selain sebagai minuman yang dikenal hanya dengan rasa pahitnya.
IMG_5999

Nuansa kehangatan sebagai penunjang keakraban didukung oleh pencahayaannya. Pendant lamp mendominasi jenis lampu pada Tanabata yang menciptakan ruang-ruang itim dengan kesan hangat yang dipancarkan dari kuning lampunya. Dengan paduan tema warna merah dan hitam, Tanabata menciptakan kesan ruang yang calm dan hangat. Pada satu dindingnya, terdapat infografis edukatif mengenai kopi yang bisa Anda pelajari dengan mudah.

Pesona industrialis hadir dari jenis paparan yang beragam. Mulai dari ekspos bata, paduan besi dan kabel yang tampak rapi, dan karakter kayu yang muncul pada meja, kursi, dan rak-raknya. Whirling door pemisah ruang dalam dan luar memberikan pengalaman ruang yang menarik. Dengan seluruh pintu yang bisa berputar, memungkinan pengunjung untuk masuk dari mana pun tanpa mengganggu ruang gerak yang lain.

IMG_6009

Tanabata juga menawarkan loyalty card bagi pengunjung setianya yang akan mendapatkan satu minuman gratis setiap pengumpulan sembilan stempel pada kartu. Hidangan spesial yang dihadirkan berupa ragam variasi kopi dengan espresso based dan non-coffee. Selain itu, sajian minuman spesial khas Aceh, kopi sanger, juga menjadi minuman spesial di Tanabata. Makanan yang bisa Anda cicipi berupa panganan teman mengopi, cakes, kue tradisional, dan makanan berat berupa makanan jepang, nasi, mie, dan pasta.
IMG_6007

Berlokasi di Jl. T. Iskandar No. 304, Ulee Kareng, Tanabata menjadi tempat yang cocok untuk berkumpul bersama teman-teman dan keluarga Anda.

Informasi lebih lanjut, kunjungi Instagram : @tanabatacoffee, Twitter : @tanabata_coffee, atau Facebook: Tanabata.

teks dan fotografi oleh Muhammad Farhan Barona